Cerita Liburan Lebaran: Mudik Seru Bareng Keluarga
Halo teman-teman! 😊
Aku mau cerita tentang liburan Lebaran tahun ini. Liburannya seru sekali, walaupun ada sedikit capeknya juga. Aku pergi mudik bersama keluarga pada tanggal 19 Maret 2026. Kami berangkat setelah sahur, jadi masih gelap banget waktu itu.
Jam 4 subuh, aku, Ayah, Ibu, dan kakak sudah siap di mobil. Suasananya masih sepi, tapi aku sudah merasa semangat. Walaupun masih mengantuk, aku tetap senang karena mau pulang kampung. Kata Ayah, perjalanan kami akan cukup lama, jadi aku harus siap duduk di mobil berjam-jam.
Kami melewati jalan tol Cikampek dan lanjut ke tol Cipali. Awalnya jalanan masih cukup lancar. Aku melihat lampu-lampu jalan dan mobil lain yang juga mau mudik. Rasanya seperti banyak sekali orang yang punya tujuan sama, yaitu pulang ke kampung halaman.
Tapi setelah matahari mulai terbit, jalanan mulai ramai. Bahkan lama-lama jadi macet. Mobil berjalan pelan sekali. Kadang berhenti, kadang maju sedikit. Ayah bilang itu karena banyak orang mudik dan juga ada jalur tol yang dibuat satu arah atau one way.
Aku sempat bertanya ke Ayah, “Kenapa jalannya jadi satu arah?”
Ayah menjelaskan kalau saat mudik, banyak mobil yang menuju arah yang sama. Jadi supaya lebih lancar, jalan tol diatur jadi one way. Tapi walaupun begitu, tetap saja ramai sekali.
Kami berada di jalan dari jam 4 subuh sampai sekitar jam 11 siang sebelum sampai di Kuningan. Wah, lama sekali ya! Aku duduk cukup lama di mobil sampai kadang merasa bosan. Tapi aku mencoba tetap sabar.
Yang membuat aku senang, walaupun di luar panas dan macet, di dalam mobil tetap nyaman. Soalnya mobil kami ada AC-nya. Jadi aku tidak kepanasan. Aku bisa duduk sambil melihat pemandangan di luar jendela.
Selama perjalanan, aku juga tetap berpuasa. Walaupun capek dan haus, aku tidak mau batal puasa. Ibu bilang aku hebat karena bisa tetap puasa walaupun sedang di perjalanan jauh. Aku jadi makin semangat menahan lapar dan haus sampai waktu berbuka nanti.
Kadang aku merasa haus sekali, apalagi saat melihat minuman dingin di bayanganku. Tapi aku mencoba mengalihkan pikiran dengan melihat keluar atau ngobrol dengan keluarga. Aku juga sempat tidur sebentar supaya tidak terlalu terasa lapar.
Nah, yang paling sering bikin perjalanan jadi ramai adalah kakakku. Kakak suka sekali menggoda aku. Kadang dia pura-pura makan, padahal cuma bercanda. Kadang dia juga mengganggu aku dengan cerita-cerita lucu.
Awalnya aku kesal, karena aku sedang puasa dan ingin tenang. Tapi lama-lama aku malah ikut tertawa. Kakakku memang suka jahil, tapi dia juga membuat perjalanan jadi tidak terlalu membosankan.
Kami juga sempat mendengarkan lagu di mobil. Ayah memutar lagu-lagu yang seru. Aku dan kakak ikut bernyanyi bersama. Walaupun suara kami tidak bagus, tapi kami tetap senang. Mobil jadi terasa seperti tempat karaoke kecil.
Di tengah perjalanan yang macet, aku melihat banyak sekali mobil lain. Ada mobil kecil, mobil besar, bahkan bus. Semua orang tampak sabar menunggu jalanan lancar. Aku jadi belajar kalau saat mudik, kita harus sabar dan tidak boleh marah-marah.
Akhirnya, setelah perjalanan panjang, kami sampai di Kuningan sekitar jam 11 siang. Aku merasa lega sekali. Badanku memang agak capek, tapi hatiku senang karena sudah sampai di kampung.
Sesampainya di sana, kami disambut oleh keluarga. Aku langsung tersenyum dan merasa bahagia. Perjalanan panjang tadi rasanya terbayar dengan kebersamaan bersama keluarga.
Dari perjalanan mudik ini, aku belajar banyak hal. Aku belajar untuk sabar saat macet, belajar tetap kuat saat berpuasa, dan belajar menikmati waktu bersama keluarga.
Walaupun kakakku sering menggoda, aku tahu itu hanya bercanda. Justru itu yang membuat perjalanan jadi lebih seru dan penuh cerita.
Liburan Lebaran kali ini benar-benar berkesan untukku. Aku tidak akan melupakan perjalanan dari subuh sampai siang, jalanan macet, dan kebersamaan di dalam mobil.
Semoga tahun depan aku bisa mudik lagi dengan cerita yang lebih seru. Terima kasih sudah membaca ceritaku ya, teman-teman! 😊
Sampai jumpa di cerita berikutnya! 👋✨

Comments
Post a Comment