Cerita Uang THR Lebaranku dan Tablet Impianku
Halo teman-teman! 😊
Hari ini aku mau cerita tentang pengalaman yang paling aku tunggu saat Lebaran, yaitu uang THR! Wah, siapa sih yang tidak senang dapat THR? Aku juga senang banget!
Sebelum Lebaran, aku punya tantangan dulu. Aku harus puasa satu bulan penuh. Dari hari pertama sampai hari terakhir, aku berusaha tidak bolong puasanya. Kadang memang terasa berat, apalagi saat siang hari terasa lapar dan haus. Tapi aku ingat janji dari Ayah dan Ibu.
Ayah dan Ibu bilang, “Kalau kamu bisa puasa penuh satu bulan, nanti dapat THR.”
Wah, aku langsung semangat sekali! Aku jadi makin kuat menahan lapar dan haus. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa.
Setiap hari aku bangun sahur, lalu puasa sampai maghrib. Kadang aku merasa capek, tapi aku tetap bertahan. Ibu juga sering bilang, “Semangat ya, tinggal sedikit lagi.” Itu membuat aku jadi tidak menyerah.
Akhirnya, setelah satu bulan penuh, aku berhasil puasa tanpa bolong! Aku bangga sekali sama diriku sendiri. Ayah dan Ibu juga bilang aku hebat. Dan yang paling aku tunggu pun datang… THR! 🎉
Saat Lebaran tiba, Ayah dan Ibu memberikan THR kepadaku. Wah, jumlahnya banyak sekali! Aku sampai kaget dan senang banget. Aku langsung menyimpannya dengan hati-hati.
Tidak hanya aku, Aa juga dapat THR. Aa terlihat senang juga. Kami jadi sama-sama punya uang lebih saat Lebaran. Tapi aku sudah punya rencana, aku tidak mau langsung menghabiskannya.
Kami kemudian pergi mudik ke kampung. Di sana, aku bertemu banyak keluarga. Ada kakek, nenek, om, tante, dan sepupu. Setiap kali bersalaman dan minta maaf, aku juga sering diberi THR.
“Ini buat kamu ya,” kata mereka sambil tersenyum.
Aku menjawab, “Terima kasih!” dengan senang sekali.
Lama-lama, uang THR aku jadi bertambah banyak. Aku mulai menghitungnya dan menyimpannya dengan rapi. Wah, ternyata jumlahnya lumayan banyak! Aku jadi makin senang.
Dari awal, sebenarnya aku sudah punya keinginan. Aku ingin membeli sebuah tablet. Tablet itu namanya Redmi Pad 2. Aku sudah lama ingin punya tablet itu karena bisa dipakai untuk belajar dan juga bermain game seperti Roblox.
Aku sering membayangkan punya tablet sendiri. Aku bisa menonton video belajar, menggambar, dan tentu saja main game kesukaanku. Tapi aku tahu harganya tidak murah, jadi aku harus sabar menabung.
Saat di kampung, aku terus menjaga uang THR-ku. Aku tidak membeli hal yang tidak penting. Aku ingin uangnya cukup untuk membeli tablet impianku.
Setelah liburan Lebaran selesai, kami pulang kembali ke rumah. Aku masih menyimpan uang THR-ku dengan rapi. Dalam hati, aku berharap uangku cukup untuk membeli tablet.
Lalu, suatu hari setelah kami sampai di rumah, Ayah mengajakku pergi.
“Ayo ikut Ayah sebentar,” kata Ayah.
Aku ikut saja, tanpa tahu mau ke mana.
Ternyata, Ayah mengajakku ke sebuah toko HP. Kalau tidak salah namanya Erafone. Aku langsung merasa deg-degan.
Di dalam toko, aku melihat banyak sekali HP dan tablet. Mataku langsung mencari tablet yang aku inginkan. Dan benar saja… aku melihat Redmi Pad 2 di sana!
Aku langsung menunjuk dan bilang ke Ayah, “Ayah, itu yang aku mau!”
Ayah tersenyum.
Kami lalu bertanya ke kakak penjaga toko tentang tablet itu. Aku mendengarkan dengan serius. Rasanya seperti mimpi bisa melihat langsung tablet impianku.
Kemudian, aku menghitung uang THR-ku. Ternyata… uangku masih kurang. Aku jadi sedikit sedih. Aku pikir aku belum bisa membeli tablet itu sekarang.
Tapi Ayah berkata, “Tidak apa-apa, nanti Ayah bantu tambah ya.”
Aku langsung senang sekali! 😄
Akhirnya, dengan uang THR-ku ditambah bantuan dari Ayah, aku bisa membeli tablet Redmi Pad 2 yang aku inginkan. Aku benar-benar tidak menyangka!
Saat memegang tablet itu untuk pertama kali, aku merasa sangat bahagia. Semua usaha puasaku, menabung THR, dan bersabar akhirnya terbayar.
Aku berjanji pada Ayah dan Ibu, aku akan menggunakan tablet itu dengan baik. Tidak hanya untuk bermain, tapi juga untuk belajar. Aku ingin menjadi anak yang pintar dan bertanggung jawab.
Dari pengalaman ini, aku belajar banyak hal. Aku belajar untuk sabar, belajar menabung, dan belajar bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Aku juga belajar bahwa orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Ayah dan Ibu tidak hanya memberi THR, tapi juga membantu mewujudkan impianku.
Sekarang, setiap kali aku menggunakan tablet itu, aku selalu ingat cerita Lebaran tahun ini. Cerita tentang puasa penuh, THR, dan kebahagiaan mendapatkan sesuatu yang diimpikan.
Terima kasih ya Ayah dan Ibu! 😊
Dan terima kasih juga teman-teman sudah membaca ceritaku.
Sampai jumpa di cerita berikutnya! 👋✨

Comments
Post a Comment