Cerita Aku yang Tidak Suka Telur Asin (Tapi Tetap Penasaran!)
Halo teman-teman! 😊
Hari ini aku mau cerita tentang makanan yang cukup terkenal, tapi aku tidak terlalu suka. Namanya adalah Telur asin.
Banyak orang bilang telur asin itu enak. Tapi jujur saja… aku kurang suka. Hehe.
Pertama kali aku mencoba telur asin, aku langsung merasa rasanya aneh. Asinnya itu kuat sekali. Di lidahku terasa berbeda dari telur biasa. Aku jadi tidak terlalu suka memakannya.
Setiap kali ada telur asin di rumah, biasanya aku tidak mengambilnya. Aku lebih memilih makanan lain yang menurutku lebih enak. Ibu juga sama sepertiku, tidak terlalu suka telur asin.
Jadi di rumahku, yang suka telur asin itu Ayah dan Aa. Mereka berdua malah suka sekali! Kalau ada telur asin, mereka makan dengan lahap.
Kadang aku lihat Ayah makan telur asin pakai nasi hangat. Katanya enak sekali. Aa juga ikut makan sambil bilang, “Ini enak banget!”
Aku cuma lihat dan berpikir, “Benarkah enak ya?” 😅
Walaupun aku tidak suka, aku tetap penasaran. Aku pernah bertanya ke Ayah, “Emang telur asin itu ada manfaatnya nggak sih?”
Ayah bilang, tentu saja ada. Telur asin itu tetap telur, jadi mengandung protein yang baik untuk tubuh. Protein itu penting supaya tubuh kita kuat dan bisa tumbuh dengan baik.
Selain itu, telur asin juga punya vitamin, seperti vitamin A dan beberapa vitamin lainnya. Kata Ayah, kalau dimakan secukupnya, telur asin bisa memberi energi.
Tapi Ayah juga bilang, jangan terlalu banyak makan telur asin. Karena kandungan garamnya tinggi. Jadi kalau kebanyakan, tidak baik juga untuk tubuh.
Aku jadi mengerti. Walaupun aku tidak suka, ternyata telur asin tetap punya manfaat.
Ayah juga pernah cerita kalau di Indonesia ada daerah yang terkenal sebagai penghasil telur asin. Salah satunya adalah Brebes.
Di sana, banyak orang membuat telur asin dari telur bebek. Telur asin dari Brebes bahkan terkenal sampai ke mana-mana.
Aku jadi berpikir, “Wah, berarti banyak orang yang suka ya, sampai ada daerah khusus yang membuatnya.”
Aku juga pernah bertanya ke Ayah, “Gimana sih cara bikin telur asin?”
Ayah menjelaskan dengan sederhana. Katanya, telur asin dibuat dari telur bebek, bukan telur ayam biasa. Soalnya telur bebek lebih cocok untuk dibuat telur asin.
Caranya cukup unik. Telur bebek dibersihkan dulu, lalu dilapisi dengan campuran garam dan kadang tanah liat atau abu. Setelah itu, telur disimpan beberapa hari.
Selama disimpan, garam akan meresap ke dalam telur. Itulah yang membuat rasanya jadi asin. Setelah cukup lama, telur bisa dimasak.
Cara memasaknya juga mudah. Biasanya telur asin direbus sampai matang. Setelah itu bisa langsung dimakan. Ada juga yang mengolahnya jadi berbagai makanan lain.
Aku pernah lihat telur asin yang kuning telurnya berminyak. Kata Ayah, itu tanda telur asin yang bagus. Banyak orang suka yang seperti itu.
Tapi tetap saja, walaupun aku tahu cara membuatnya dan manfaatnya, aku masih belum suka rasanya. Hehe.
Kadang aku mencoba lagi sedikit, siapa tahu kali ini suka. Tapi setelah dicoba, aku tetap merasa rasanya aneh di lidahku.
Mungkin memang lidah setiap orang berbeda ya. Seperti Ayah dan Aa yang suka sekali, tapi aku dan Ibu tidak suka.
Aku jadi belajar, tidak semua makanan harus kita suka. Yang penting kita tetap mencoba dan tahu manfaatnya.
Walaupun aku tidak makan telur asin, aku tetap bisa mendapatkan nutrisi dari makanan lain. Ibu juga sering membuat makanan sehat yang aku suka.
Aku juga tidak masalah kalau Ayah dan Aa makan telur asin. Aku tetap duduk bersama mereka saat makan. Kadang aku malah melihat mereka makan dengan lahap.
Dari situ aku belajar menghargai perbedaan. Walaupun satu keluarga, selera kami bisa berbeda.
Mungkin suatu hari nanti aku bisa suka telur asin. Tapi kalaupun tidak, tidak apa-apa. Yang penting aku tetap makan makanan yang sehat.
Jadi, itu ceritaku tentang telur asin. Walaupun aku tidak suka, aku tetap belajar banyak tentang makanan ini.
Kalau teman-teman suka telur asin atau tidak? 😊
Sampai jumpa di cerita berikutnya! 👋✨

Comments
Post a Comment